Monday, August 1, 2011

Liburan Sendirian, Siapa Takut?

Libur telah tiba, libur telah tiba! Hatiku gembira! Hoho, petikan lagu anak-anak ini memang paling pas untuk anak kuliahan lagi nganggur karena liburan. :D Yupz, kampusku tercinta memang lagi libur panjang. Pasalnya, waktu UAS yang berdekatan dengan Ramadhan membuat libur menjadi 2 1/2 bulan!! Yaiks, lama banget kan! Untuk kalian yang hiper aktif, tentu ini merupakan waktu yang sangat membosankan. Libur tanpa kegiatan apa-apa, adalah pengangguran paling besar di jagad raya ini. (Ini kataku lo, ya!)

Akhirnya, mengisi waktu liburan, kuputuskan untuk tidak pulang ke kampung halaman. Mending di kampus, soalnya sebagai panitia OSPEK Mahasiswa Baru, aku bersama Mr.M (yang ga kenal Mr. M, harap baca artikel sebelumnya!) disibukkan dengan berbagai rapat. So, stay in my campus is the best choice.

Tapi, kok lama-lama bosen juga ya. Kalau ga ada rapat, ya nganggur juga jadinya. Hmm.. ##mikir bingung, mesti ngapain?

Di tengah kegundahan hati yang merana inilah, datang malaikat penolong. Hehe.. Lewat komunikasi di Facebook dengan salah satu kakak sepupu yang baik, -tokoh ini disebut K' Desi, domisili di Gombak, Malaysia- ada tawaran untuk mengisi liburan Q yang kelewat panjang. Kebetulan, dulu sekali, di awal tahun 2011, ada tiket promo dari Air Asia, salah satu penerbangan Malaysia. Nah, karena kakakku ini 'sangat' baik, akhirnya lima tiket atas nama Mamaq,K' Nisa (sister),Mama Uwa, dan Ade Sepupu didapatkannya dengan harga O rupiah!! Yaps, bener sodara! Tiket ini free. No Buying, Get 5! :)

**K' Desi ma Shofia (her last baby)**


Nah, karena K' Desi tau kalo ade sepupunya yang manis ini sedang nganggur di Surabaya, dia mengusulkan untuk mengisi liburan dengan jadi backpacker ke Malaysia.

And, it's problem! Tanggal keberangkatan sesuai dengan tiket adalah 16 Juli. Sementara, awal tahun ajaran baru (tidak berlaku untuk mahasiswa :p) jatuh pada hari Senin, 18 Agustus. BTW, ade sepupuku baru masuk SMP sehingga ga mungkin ikut. Karena anaknya ga ikut, otomatis Mama Uwa juga ga ikut. And, K' Nisa yang ga' kelar2 juga skripsinya, ga dapat izin buat jalan-jalan. Terakhir, Mama yang memang tipe orang males mengeluarkan kaki dari bumi Kalimantan. Huhu, jadi aku ma siapa dong? Tipikal khas ibu, suka khawatir dengan anaknya yang padahal sudah gede ini, bisa dipastikan aku juga DILARANG untuk jadi backpacker sendirian. Hiks.. Butuh usaha keras dan bujuk rayu dahsyat untuk mengantongi sertifikat BOLEH dari Mama. Salah-salah, kalo argumen kitanya yang ga kuat, kita ndiri yang bakal disemprot. Akhirnya, mungkin karena Mama sudah bosen mendengar alasan, rayuanku yang kadang mematikan :p, terbuka juga jalan mulus untuk keluar dari Surabaya pengap bin panas menuju kedamaian di negeri tetangga.

Singkat cerita en memang ga perlu lama-lama, tiba juga waktunya untuk pergi jauh tanpa ada guide satupun. Check persiapan:: Paspor di rumah sudah dikirim super kilat via pos. Tiket pulang sudah di tangan. (Sayangnya, ini nggak gratis:( Oleh-oleh sudah dikemas cantik. Baju persediaan sudah ditata dalam ransel. Laptop AXIO merah bin norak udah dicharge sampe full. My honey "Nokia Sayank" sudah aman dalam tempatnya. Uang, aman! Karena tidak ada jatah bagasi untuk tiket gratis -sudah sewajarnya.. udah gratis, minta bagasi lagi :D- , jadinya bawaanku tidak terlalu banyak. Ringkasnya, aq siap berangkat. **sambil ngiket kain di kepala tanda berjuang.


Jam 04.00 sore waktu Rusunawa dan sekitarnya (16 Juli, malam Nisfu Sya'ban)


Anyway, setelah cipika-cipiki dengan Nisa Padang (temen PBSBq yang ga pulang), kulambaikan syahdu tanganku ke arah Rusunawa. Good bye, my second house! Baik-baik ya!! T_T

Di jalan menuju Bandara Internasional Juanda, sumpah aku gugup banget. Ini adalah my first destination ke luar negeri sendirian! Aku harus ngapain dulu. Yang kuisi lembaran apa aja? Terus ntar, kalo ke imigrasi yang dibawa apa? Check in nya dimana? Eh, ini paspor ntar dicap ke siapa aja. Emang sih aku dodol banget waktu itu, tapi jujur lo, ga malu-maluin. Suer.. **V**

Pikiranku yang emang udah aneh duluan, membuatku tidak sadar kalo pintu keberangkatan udah di depan mata. Mau tidak mau, itu pintu harus segera kulewati. Dengan meneguhkan hati, kubayar taksi Blue Bird yang telah sedia mengantarkan, dan wuss.. Taksi pergi, akhirnya hanya tinggal aku seorang.

Ku berbalik dan melangkah. Huh, mahasiswi IAIN ini pun siap berjuang. (Lebay bin alay sekali gayanya :D) Menantang apapun trouble di balik pintu bandara.

**Bersambung ke episode selanjutnya)**

2 comments: