Monday, February 4, 2013

Sebuah Perjalanan: Be a Part of XL Future Leaders #3

Hai Pemimpi! Ayo Jadi Pemimpin!(sawaliinfo.com)
Hai Pemimpi! Ayo Jadi Pemimpin!
(sawaliinfo.com)

Setelah dua catatan yang menggebu-gebu, well, sudah saatnya mengakhiri catatan ini. Jadi, aku pengen cerita hari terakhir dari rangkaian program Meet n Greet for XL Future Leaders. Keep reading!

Minggu, 16 Desember 2012

Ini adalah hari terakhir di Polemotel. Malam Minggunya, seluruh peserta sudah disuruh packing. Oh, ya, sekadar informasi. Sebenarnya tiap kamar, jatahnya 2 orang. Tapi, karena teman sekamarku enggak datang, -dia dari Jakarta, mungkin enggak nginap-, jadi, dua hari serasa jadi raja.  Mandi sepuasnya, bikin kopi sepuasnya, nonton TV sepuasnya. Sayangnya, aku lupa foto kamar 325 ini.

So, jam 7 pagi, habis beres-beres, langsung ke restoran bawah untuk breakfast. Ternyata, sudah banyak peserta lain dengan kopernya masing-masing. BTW, dua hari di sini aku makan bubur ayam, tok. Haha.. Ga beda jauh dengan Wonocolo

Well, breakfast kali ini aku ngobrol dengan teman-teman dari Bandung. Oh, ya, ada juga Mbak Roro @rorofisika dari Martapura. Akhirnya, punya teman seperjuangan dari Kalimantan.

Jam setengah 8, kami check out dari Polemotel. Waduh, bus penuh sesak dengan kardus laptop baru. Dan berasa, jadi sponsor HTC. Pasalnya, gerakan hape sejuta umat 

Materi hari ini adalah English Orientation dari Bandung English Source. Yang menjadi tutor ialah ibu Itje Khadijah dan seorang Bapak yang lagi-lagi, aku lupa namanya. Jadi, sebagai peserta XL Future Leaders, udah dari awal Desember kita dapat tugas Blended English Course. Setiap minggunya ada tugas dan ada deadline. Ini sebagai pelatihan disiplin awal untuk kita.

Dalam English Orientation ini, kita juga menentukan tanggal workshop. Jadi, dalam XFL, kita sekolah, lho. Tapi, bukan sekolah biasa. Setiap dua bulan sekali, ada workshop English di regional masing-masing. Untuk peserta yang berasal dari Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, workshop dilaksanakan di XL Center masing-masing kota. Sedangkan untuk peserta yang berasal dari luar ketiga daerah tersebut dan dari luar Jakarta, workshopnya di Jakarta. Oleh karena itu, Jakarta dibagi III kelas; Jakarta I, Jakarta II dan Jakarta III. Dan semua biaya dari luar Jakarta ditanggung oleh XL, include transportasi, hotel, but exclude akomodasi. (Baik banget sih, lo, XL) Nah, sebelum ada workshop, masing-masing daerah diwajibkan orientasi 3 hari untuk pendalaman bahasa Inggris. Kebetulan Surabaya dapat jatah tanggal 18-20 Januari 2013. It’s good! Waktunya pas, tapi mungkin imbasnya, aku ga bakal pulang ke Banjarmasin dulu

Program XL Future Leaders sendiri dirancang untuk 5 angkatan. Dan untuk angkatan I ini, program berdurasi 2 tahun. Jadi, startnya dari Desember 2012 sampai Desember 2014. Untuk tahun pertama, kita sekolah dulu, ya.  Setiap dua bulan sekali ada workshop di XL Center masing-masing kota. Kurikulumnya dari Cognition, corporate yang bertanggungjawab untuk penyelenggaraan pendidikan di XL Future Leaders. Nah, selain workshop, kita juga sekolah online. Isinya belajar bahasa Inggris. Mengapa harus belajar bahasa Inggris? Jelas, sekarang zaman globalisasi, guys. Jembatan komunikasi semuanya dengan bahasa. Lu ga bisa bersaing, end. Juga sesuai dengan hadits Rasulullah; man ‘arafa lughata qaumin salima (barangsiapa yang mengetahui bahasa suatu kaum, maka akan selamat). So, aku sangat bersyukur bisa terpilih jadi keluarga XL Future Leaders.

Nah, jika tahun pertama, kita belajar, maka tahun kedua tugasnya adalah sebagai volunteer. Atau sederhananya memanfaatkan ilmu yang didapat di tahun pertama. Cuma, untuk detailnya belum terlalu dijelaskan. Oh, ya, ibu Turina Farouk juga menjelaskan, kalau tidak semua peserta XL Future Leaders yang akan lolos untuk tahun kedua. Jadi, satu tahun pertama akan dievaluasi, apakah layak untuk melanjutkan ke tahun kedua. Oww, zaman penuh persaingan!

Ngomong-ngomong soal dana, nominalnya bikin sesak nafas. Ibu Turina menjelaskan kalau untuk angkatan pertama saja, XL menggelontorkan dana 11 milyar! *speechless Coba baca beritanya di sini.  Ini jadi reminder buatku agar manfatin segala fasilitas XL sebaik mungkin.

Oh, ya, angkatan 2 XL Future Leaders akan dibuka Februari-Maret 2013. Dan ibu Turina menjelaskan, kalo speaker ketika roadshow to campus adalah dari anggota XL Future Leaders sendiri. Woow!! It’s a good news  Apakah aku bisa jadi speaker nanti? *makanya, belajar –nasehat langsung kena di ulu hati-

Acara selanjutnya adalah diskusi kelompok. Jadi, kami dibagi ke dalam 12 kelompok. 1 kelompok beranggotakan 10 orang. Nah, kita dikasih reading materials tentang how to be a good leader. Ada 5 materi dan 1 materi buat 2 orang.

XL Surabaya
Kelompok 9
Udah lupa nama2nya :( Cuma inget, sebelah aku si Intan (rambut panjang) dan di ujung, Nikola.

Sambil diskusi, kita dapat giliran interview dari Bandung English Course. Kalo ga salah, yang nge-interview ada 6 orang. Interviewnya disuruh cerita tentang keseharian kita, dll, terus juga disuruh ngejelasin gambar. Aku dapat gambar sekumpulan anak TK yang lagi belajar di kelas. Bentar kok interviewnya. 5 menit sudah selesai.

Untuk menutup acara diskusi, ada yang presentasi. Dari kelompok kami, si Nikol anak Jakarta yang maju. :)

Wes e wes, selesai acara, langsung capcus, Mamen! Jadwal penerbangan jam 7 malam. So, semua yang pake pesawat langsung ke bandara. Apes, pesawatnya ditunda sampai jam 9.

Dan akhirnya, aku nyampe asrama jam 11 malam. And guess what! Besoknya ada UAS, dan boro-boro belajar, aku langsung TEPAR!*untunglah dapat A+ 

Hooaaahhmmm.. Akhirnya.. 3 parts tentang XL Future Leaders selesai juga. Kapan-kapan aku mau cerita, gimana caranya biar bisa ikutan program keren ini! Bye.. bye..

Keluarga Besar XL Future Leaders Angkatan 1@Grha XL, Jakarta Keluarga Besar XL Future Leaders Angkatan 1
@Grha XL, Jakarta
Read More..

Wednesday, January 23, 2013

Rest in Peace My Lovely Brother; Mustafa Kamal (09 September 1992 – 18Januari 2013)

Rest In Peace My Brother; Mustafa Kamal(09 September 1992-18 Januari 2013)
Rest In Peace My Brother; Mustafa Kamal
(09 September 1992-18 Januari 2013)

Aku                  : Napa lum tidur, sepupu?

Sepupu            : Lum ngantuk. Eh, sepupu tau novel Pocong, nggak?

Aku                  : Eh, apaan tuh? Ga tau.

Sepupu            : Jadi, ada Pocong yang ngarang novel.

Aku                  : Ihh.. Nakut2in aja nih orang. Udah malam, nih >_<

Sepupu            : Ya elah, beneran. Ceritanya ada orang yang punya akun di Twitter, namanya Pocong. Terus, dia tuh suka bikin tweet2 lucu gitu, dan orang suka. Jadi, dia ngarang novel dan laku banget. Kemaren aja gw mau beli, udah abis di Gramed se-Jakarta. Kalo ada di Surabaya, beliin ya, sepupu? Ntar gw ganti dah duitnya.

Percakapan ini kurang lebih terjadi setahun yang lalu. Saat novel Pocong Juga Pocong sedang laris di pasaran. Dan, yang mengenalkan novel ini, adalah sepupuku yang tinggal di Jakarta, named Mustafa Kamal. Setelahnya, aku langsung googling dan ulala.. ternyata memang aku yang ketinggalan zaman. Ga tau, kalo @poconggg udah terkenal banget di seantero dunia maya.

Begitu juga ketika aku pulang dari Malaysia tahun 2011, habis traveling ngunjungin ka Desi sekeluarga. Karena tiket pulang tidak langsung mengantarkanku ke Surabaya, tapi ke Jakarta, maka sepupuku yang baik ini selalu bersedia menjemput. Jujur, aku udah lupa bentuk wajah apalagi mukanya. Terakhir kami ketemu, sepertinya tahun 2009. Waktu itu, aku ngunjungin dia di DN (Darun Najah), karena dia emang mondok di sana.

Sepupuku ini memang baik dan nyambung kalau diajak ngobrol. Tak heran, karena kami seumuran. Tapi, dia selalu dipanggil Adek di keluarga besar. Karena memang di keluarganya, dia anak bungsu. Dulu, aku juga manggil dia Adek. Tapi, habis masuk kuliah, aku selalu manggil dia Sepupu.

Karena dia tinggal di Jakarta, jarang sekali dia pulang kampung ke Kalimantan. Dia juga ga terlalu bisa bahasa Banjar, padahal aku selalu ngejekin dia, “Eh, sepupu, muka kamu tuh kayak orang Hulu Sungai asli. Napa lu ga bisa ngomong Banjar?” Dan, dia pasti ngebantah.

Oh, ya, Sepupu juga yang ngenalin novel 5 CM. Waktu habis beli hape di Jakarta (and you know Sepupu, sekarang Galaxy Ace yang kita beli dulu, juga udah ilang. Aku memang bakat ngilangin hape, ya :p) , kami mampir ke Mall yang ada Gramedia-nya. Dan, Sepupu bilang, kalo novel 5 CM keren abis. But, aku ga tau, apa Sepupu sempat nonton filmnya atau enggak. Ternyata, filmnya lebih keren daripada bukunya, Sepupu :(

Dan, setelah itu, komunikasi kita hanya via Whatsapp. Sepupu sering curhat, “Kapan ya, aku punya pacar?” Atau kalau nggak, suka bilang mau tobat. Ga mau ngerokok lagi. Ga mau bolos lagi. Ga mau ngecewain Papah lagi.

Firasat mungkin, karena sebulan yang lalu, aku ke Jakarta. Tanggal 16-18 Desember, unfortunately aku enggak bisa ke rumah Sepupu. Padahal, udah pede aja minta jemput. Tapi, ternyata jadwalnya padat sekali di XL, dan berat hati sekali, aku enggak bisa ke rumah. Padahal waktu itu, Uwa Nada, ayahnya Sepupu habis operasi mata.

Dan kurang lebih tiga Minggu yang lalu, ka Nada nge-upload foto Sepupu di Rumah Sakit via Instagram. Hei, what’s up, Sepupu? Kamu sakit paru, kata ka Nada. Doa-doa pun langsung kurapalkan. Jelas. Kalau kamu sakit, aku main sama siapa di Jakarta? 

Kemarin, tanggal 18 Januari, hari Jumat yang mendung jam 15.30 lewat, Mama nelpon. Saat ada acara English Class di XL Center, dan untunglah waktu istirahat. Kamal meninggal, kata Mama. :( Aku langsung kaget. Dan spontan bertanya, kenapa? Bukankah satu bulan yang lalu kita baru saja SMS an? Kamu pergi terlalu cepat, Sepupu. 

Alhamdulillah, Sepupu meninggal hari Jumat. Semoga ini pertanda baik, karena memang, Sepupu orang baik, sangat baik malah. Allah lebih sayang kamu, Sepupu. Dan kamu pasti senang, karena udah ketemu Mama Ugi di surga.
Rest in Peace, Sepupu.
You are not only my cousin, but also my brother.  
Read More..

Sunday, January 6, 2013

Selamat Datang Usia 21! Selamat Datang Kerja Keras dan Tanggung Jawab :)


Hepi besdey, source: kemonbaca.blogspot.com
 Hepi besdey, source: kemonbaca.blogspot.com

Alhamdulillah ya Allah, Engkau masih memberiku nafas dan kesempatan di dunia fana ini. Semoga di pertambahan usia, yang hakikatnya semakin mengurangi jatah tinggal di dunia, bisa kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Amiin…

Tepat hari ini, tanggal 06 Januari 2013, umurku sudah 21 tahun. #Tiup lilin. Uhh, sudah sangat tua ternyata. Kepala dua, apalagi ada tambahan angka satu, itu sangat menakutkan :D

Well, sebelumnya tadi malam, aku memaksakan mata terus membuka, ga boleh ngantuk apalagi tidur. Nunggu jam 12 malam, karena menurut kalender Masehi, jam 00.01, usiaku udah nambah. Kalo ada yang nanya, ngapain nunggu sampai jam 12 malam? Toh, ga usah ditunggu, tanggal 06 Januari pasti datang, kan? #Tapi, kayaknya ga ada yang nanya, sih. Cuma pengen njelasin aja  Hemm, ini namanya ‘momentum’, Bro. Saat nunggu jam 12, terus kita ‘make a wish’, it is truly something! :) Oh, ya, makasih buat AA yang SMS tepat jam 12 malam dan bela-belain ga tidur. Padahal, aku ngerti, orangnya ngantukan abis 

Eniwei, sebenarnya aku udah niat pengen nulis postingan ini tadi malam. Tapi, berhubung matanya ga tahan lagi, cling, habis jam 12 lewat dikit, langsung tepar. Kenapa aku pengen nulis resolusi di umurku yang tak lagi muda ini? Sederhana. Just a reminder. Seandainya aku tiba-tiba malas dan loyo untuk mewujudkan resolusiku jadi nyata, aku bisa lihat catatan ini.

Jadi, resolusiku a.k.a. target-target, ada dua jenis *berasa ujian.  Ada resolusi jangka pendek, artinya aku berharap target-target ‘besar’ku bakal terwujud tahun ini juga. Dan untuk resolusi jangka panjang, it means harus butuh upaya dari sekarang, ya. Ga mesti terwujud sekarang, tapi semoga suatu saat akan terwujud. *amin-nya pemirsah 

Semuanya berawal dari mimpiSource: thefirstofjune.wordpress.com
Semuanya berawal dari mimpi
Source: thefirstofjune.wordpress.com

Uhuk..uhuk.. batuk dulu. So, lets start! Ini dia resolusi jangka pendekku di umur ke-21 tahun, dari tanggal 06 Januari 2013-06 Januari 2014. Hope those wishes will be true!

1) BISA NAIK MOTOR


Ini target TERBESARku di tahun ini. Hehe, ini keinginan yang telat banget, sebenarnya. Tapi, sebentar. Aku kan baru bisa naik sepeda Desember 2011 *rasanya pengen bilang WooWW karena ‘kemandirian’ yang telat Jadi, bisa naik sepeda ke Marina aja, sudah sangat prestasi buat aku. So, di tahun ini, aku sangat berharap bisa naik motor dan pasti beli motornya juga. Semoga Allah menganugerahkan banyak rezeki. Amiin 

Target 2013!!!

2)      MENANG KOMPETISI MENULIS, MINIMAL SATU

Ini keinginan tiap tahun. Alhamdulillah, Juli 2012, aku terpilih di antara 30 orang beruntung ikut pelatihan Just Write dari Diva Press Publisher. Keterangannya klik di sini, ya. :) Terus, akhir Desember kemarin, me and tim (AA dan Handika) jadi 1st winner LKTI Dies Natalis IAIN Sunan Ampel, my beloved campus. Untuk buku, sudah ada 4 yang kelar, walau semuanya indie. Tapi, yang paling berkesan adalah ‘Impian Hebat’ yang digagas oleh AA. Kenapa spesial? Soalnya, launching bukunya tepat saat Temu Nasional CSS MoRA. Kesimpulannya, semoga di tahun 2013 ini, aku menang nulis lagi, ya Allah. Minimal satu aja. Amiin..


Semoga tahun ini dapat 'lagi'

3)      YES, I AM ACHIEVEMENT HUNTER! :)


Aku suka banget ikut lomba-lomba. Sepertinya memang  tabiat dari lahir, kayaknya. Nah, jadi aku berharap bisa ikut kompetisi atau lomba atau event lah, minimal dua di tahun ini. Dan jadi pemenang tentunya.

Debat Mahkamah Konstitusi Regional Timur at Barwijaya University, Mei 2012
Debat Mahkamah Konstitusi Regional Timur di Brawijaya University, Mei 2012 

4)      NULIS DI BLOG INI, MINIMAL DUA POSTINGAN SETIAP BULAN

Nah, ini target yang kudu ditulis. Well, aku orangnya emang suka nulis. Tapi, kalo males, subhanallah, dah. Jadi, paling enggak, aku wajib nulis dua postingan setiap bulan. Hmm.. tolong diingatkan ya, kalo lupa.

5)      MENANG DI ‘I AM PRESIDENT’

Yang ga tahu ‘I Am President’, baca di sini, ya. Seharusnya, acara audisi I Am President digelar sejak November 2012 kemarin. Tapi, karena belum dapat stasiun TV yang cocok, jadi ditunda terus. Tapi, akhir Desember kemarin sudah ketemu. Guess what stasiun TV nya? TV One!!! Hekss, berasa Karni Ilyas *kibas poni. Dan dari e-mail yang nyampe ke aku, acaranya bakal dihadiri Presiden SBY. *Hope it will be true      Walaupun saingannya berat-berat, aku harus berusaha. Ingat motto anak pondok; “Man Jadda Wajada”.

Audisi 20 Besar 'I Am President' Surabaya
Audisi 20 Besar 'I Am President' Surabaya

6)      NILAI TOEFL 450-500

Weekss, setelah tes TOEFL yang mengharu biru bulan Mei 2012 kemarin, dengan skor yang –baiklah, terimakasih-, tahun ini aku kejar target. Harus tes TOEFL lagi! Dan skornya HARUS *catet ya, harus! Ga pake dengan catatan x_X , minimal 450-500. Ayo, belajar sana!

7)      SIDANG PROPOSAL DAN SKRIPSI *LULUS SEMESTER TUJUH

Ini target WAJIB. Desember 2013, aku sudah harus sidang proposal. Dan Desember atau Januari 2014, sidang skripsi. Huhuy, lulus semester 7 mamen 

So, sekarang resolusi jangka panjang, ya. Harapan-harapan ini harus terwujud!

1)      BEASISWA KE LUAR NEGERI  

Sebenarnya ini cita-cita dari dulu banget. Pas ngelihat si Nisa pergi ke Amrik karena dapat scholarship dua bulan. So, setelah itu ngimpi juga dapat beasiswa semester V. But, kenyataannya, setelah apply 4 beasiswa, dan semuanya ditolak, aku jadi capek. Pengen sih, semester VI ngejar beasiswa lagi. Tapi, di sisi lain, aku juga harus ngejar skripsi. So, I choose the skripshit *kayak Bang Alit.  Dan, semoga untuk postgrad, aku bisa dapat ke luar negeri. Amiinnn)

2)      NABUNG BUAT TAHUN 2016

Ada apa di tahun 2016? Ya ada lah. Intinya tahun 2016, harus sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri dan penghasilan sendiri. HARUS!! *tekad baja

3)      KURANGI SIFAT CHILDISH BERLEBIHAN

Ya Allah, semoga aku jadi wanita yang lebih dewasa. Amiinn :)

4)      JADI KEBANGGAN ORANGTUA AS ALWAYS

Ini harusnya bukan target, ini kewajiban. Berharap terus membahagiakan mereka, dari prestasi, sifat dan pencapaian-pencapaian keren. Amiin 

5)      KUUNI ‘ABDALLAH MUTHI’ATAN SHALIHATAN

Wushhh, ini dia resolusiku di umur 21 tahun. 7 resolusi jangka pendek dan 5 resolusi jangka panjang, serta beribu target yang tak bisa kudeskripsikan. Akhirnya, semoga di usiaku yang tak lagi muda ini, segala rahmat Allah terus melindungi. 

Warm Regards
 Surabaya, 06 Januari 2013
Read More..

Saturday, December 22, 2012

Sebuah Perjalanan: Be a Part of XL Future Leaders #2

Si Pemimpi, Siap Jadi Pemimpin! It's me!!
Si Pemimpi, Siap Jadi Pemimpin! It's me!!

Well, di tulisan sebelumnya, aku udah cerita banyak tentang ketololanku ketidakseimbangan otak kiri dan kanan. Nah, sekarang di tulisan kedua ini, aku pengen cerita yang lebih dahsyat. Satu pesan moral; Ga ada ruginya menjadi keluarga besar XL Future Leaders

Sabtu, 15 Desember 2012
Karena baru datang ke hotel jam 3 subuh, jadi wajarlah, kalo agak kesiangan bangunnya *ngeles. Dan, benar saja. Aku baru bangun jam setengah 8!! Oh, Ibu! Langsung loncat dari kasur, banting pintu bathroom, gosok gigi kilat, wudhu, shalat subuh (hehe..jadi malu), dan untuk pertama kalinya, liat jadwal. Yang terjadi kemudian, langsung shock.

Jadwal yang bikin tak bisa berkata-kata. Telat!!!
Jadwal yang bikin tak bisa berkata-kata. Telat!!!

Apaah??? Sekarang harusnya ke Grha Xl?

Panik lagi. Untung aku udah punya teman sesama orang Surabaya. He’s @Faridl Mughoffar atau Mr. Ridl. Kenalnya juga gara-gara mention-an di twitter @indberprestasi. Jadinya, langsung ambil hape dan sms Mr. Ridl:

Aku        : Eh, jadwal sekarang ngapain?
Mr. Ridl  : Jadwal sekarang ke Grha XL.
Aku        : Gawat! Kayaknya aq ketinggalan lagi deh :( Sekarang di mana?
Mr. Ridl  : Udah nyampe di Grha. Km di mna?

*langsung lemes –nangis di bawah shower-

Baru naruh hape, udah langsung bunyi lagi. Ternyata ada yang nelpon, nomor XL, nomor mbak yangentahsiapanamanya dari XL yang sering banget kurepotin, dari bandara sampai suruh jemput di hotel.

Mbak XL : Hallo, mbak Isna. Ada di mana?
Aku          : (lemes gara-gara ketingalan) Masih di kamar, mbak.
Mbak XL : (panik) Aduh, maaf, mbak. Aku lupa kalo mbak Isna udah datang. Maaf ya, mbak. (masih  panik) Anak-anak udah berangkat semua nih ke Grha. Ntar mbak dijemput aja, ya. Mbak siap-siap dulu. Ntar ke Graha, pake baju XL, id card, dan bawa bantex-nya ya, mbak. Tunggu sebentar, ya, mbak.

*beneran pergi ke shower 

Dan akhirnya, aku dijemput pihak XL (red. Mr. Kamil –LO dari XL). Banyak banget ya, cobaannya jadi Future Leaders. Udah ketinggalan pesawat, malamnya delay, dan akhirnya, pagi juga ketinggalan rombongan. *benar-benar ceroboh cobaan

Bantex, Id Card, Seragam *mirip sales :D
Bantex, Id Card, Seragam *mirip sales 

Nyampe Grha XL, acaranya sudah mulai. Dan yang jaga resepsionis, kok, mukanya familiar, gitu, ya? Mbak-mbak cantik pake jilbab biru, dan ternyata dia yang sering aku repotin (makasih, Mbak) Oh, ya, alasan mukanya familiar, sepertinya mbak ini yang jadi bintang iklannya XL Future Leaders. Itu, lho. Di poster, kan, ada cewek pake jilbab, and I think, she is.

Materi pertama disampaikan pak Hasnul Suhaimi (CEO XL Axiata) dan pak Alex Rusli (CEO Indosat). Moderatornya ibu Turina Farouk, yang sepertinya project leader XL Future Leaders.

Dari kiri ke kanan: Hasnul Suhaimi, Alex Rusli dan Turina Farouk (source: @indberprestasi)
Dari kiri ke kanan: Hasnul Suhaimi, Alex Rusli dan Turina Farouk
/@indberprestasi
Sumpah, aku ga pernah nyangka, bakal ketemu orang-orang hebat dan mendengarkan secara langsung nasehat dari mereka. Pak Hasnul ternyata, adalah orang yang mementingkan teori daripada praktek. Dan pak Alex, kebalikannya, adalah orang yang gemar berorganisasi sejak kuliah (keren euy, si bapak ini. S1 sampai S3 di Australia dan juga sempat jadi dosen di sana. Ngomongnya bahasa Inggris mulu. Aku jadi kurang mudeng) 

Satu pelajaran penting dari materi yang disampaikan 2 CEO perusahaan provider ini, you can be anything that you want and be passionate. Jika kita menginginkan sesuatu, kita pasti bisa. Tapi, jangan lupa, tetap jaga semangat, disiplin, dan hasrat untuk meraihnya. Denger motivasi kayak gini, aku langsung semangat. Hehe.. Enggak nyesel udah bela-belain beli tiket pesawat lagi untuk ke Jakarta. Thanks, God! 

Oh, ya, ketika pak Hasnul ditanya wartawan, alasan apa yang membuatnya yakin mengadakan program XL Future Leaders? Apa untungnya bagi XL? Dan jawaban pak Hasnul membuatku merenung lumayan lama.

Pak Hasnul menjelaskan bahwa XFL adalah program CSR (corporate social responsibility). Dan, beliau membuat perumpamaan, sebuah alpukat. Kita tahu, alpukat punya biji di dalamnya. Dan bagaimana caranya membuat alpukat terus berkembang, tidak punah, walaupun alpukat yang kita makan sudah habis? Benar sekali. Tanamlah biji tersebut. Walaupun mungkin, ketika biji tersebut tumbuh menjadi pohon alpukat yang rimbun, kita yang menanam tak bisa menikmati buahnya. Tapi, pasti, pohon alpukat tersebut bermanfaat bagi yang lain. Begitu pula dengan program XL Future Leaders. Ini bukan program XL yang bertujuan mencari keuntungan pasar. Pak Hasnul menjelaskan, jika generasi muda dibekali kemampuan untuk menghadapi era globalisasi, tentu tidak ada lagi perusahaan milik Indonesia yang dipimpin orang asing. Semuanya Indonesia.

Mendengar alasan pak Hasnul, aku jadi terharu. Filosofi biji ini sama persis dengan yang diajarkan Rasulullah. Tebarlah kebaikan, walaupun kita tak bisa merasakannya. Sederhana tapi penuh makna. Dan bukankah, Al-Quran mengajarkan, bahwa satu kebaikan sama dengan berlipat-lipat kebaikan? Hmm.. Aku jadi malu sendiri. Melihat pak Hasnul yang dikelilingi dunia kapitalis (pasti) setiap harinya, ternyata mampu mengamalkan kebaikan yang sangat berguna bagi orang lain. Tidak perlu umbar-umbar nasehat, menyuruh orang lain, tapi hanya perlu; lakukan itu, mungkin kecil, tapi berguna. 

Next, acara selanjutnya, motivational session dari fasilitator XL Future Leaders. Ada Mr. Charly dari Amerika sebagai program leader, Ms. Deedee yang pake jilbab, Ms. Ernita yang sepertinya orang Batak (hehe.. just prediction. Marganya Siallagan) dan, terakhir, Mr. Cipi yang pake kacamata. Tema sesi ini adalah “Advantages of Joining XL FLP”. Kocak, seru, dan yang pasti, bikin tambah semangat ikut XL Future Leaders.

Bagi-bagi peralatan perang :)(source: @indberprestasi)
Bagi-bagi peralatan perang/@indberprestasi
Dan kemudian, acara leaders ceremony. Tiba-tiba, MC kayak Omes (hehe.. lupa namanya) manggil pak Hasnul, pak Alex, ibu Turina dan all facilitators. Terus, manggil perwakilan peserta dari tiap regional. Ada Aceh, Lombok, Surabaya, Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Olala! Ternyata waktunya pemberian ‘peralatan perang’ secara seremoni. Oh, ya, aku belum cerita. Salah satu keuntungan ikut XFL, kita bakal dapat laptop Lenovo ukuran 11,5 inch, modem ZTE, dan smartphone android HTC Sensation XE. Semuanya adalah fasilitas yang disediakan XL selama 2 tahun atau sampai program ini berakhir. Jadi, dipinjemin, dong? Hehe.. Ya iyalah. Tapi, semoga XL berbaik hati ngasih ini semua setelah kontrak berakhir *modus. Nggak hanya tiga alat super canggih tadi, kita juga bakal dapat kartu perdana XL dan pulsa 100 ribu perbulan untuk modem, dan juga kartu perdana serta pulsa 100 ribu untuk smartphone selama 2 tahun!!! Alamak! Ngiler ga, lo?

Sebelum acara berakhir untuk istirahat siang, ibu Turina menjelaskan sebentar tentang “XL at a Glance”. Di sini, kuakuin, aku berasa jadi orang paling gaptek. Hehe.. maklum, twitter aja diaktifin gara-gara ikut XL :). Ternyata, XL adalah provider dengar user terbanyak ke-tiga di Indonesia. Program XL juga keren-keren. Contohnya, ya, XL Future Leaders. Terus, XL adalah perusahaan yang inovatif. Sering, kan, lihat iklan sponsor dari XL yang bikin ketawa? XL juga sering dapat award dan achievement karena pencapaian-pencapaiannya yang spektakuler.

Ketika ibu Turina njelasin XFL, aku langsung bengong. Wakkss! Ternyata, yang ndaftar online XL Future Leaders ada 5593 participants. Terus, disaring lagi, jadi kurang lebih 2000 peserta untuk seleksi tahap pertama. Dan, akhirnya, jadi 130 peserta! Alhamdulillah, Allah memberiku kesempatan untuk menjadi salah satu dari 130 orang tersebut. :) Oh, ya, dalam acara Meet n Greet, tidak seluruh peserta datang. Ada yang izin dan ada juga yang ngundurin diri. Alasannya? Tanya rumput yang bergoyang *puitis

Finally, materi babak pertama selesai. Kami diberi waktu 1 jam untuk istirahat dan lunch. Di kafe, aku kenalan dengan Intan dari Jakarta dan Thomas, juga dari Jakarta. Ada pengalaman yang unik dari Thomas. Ternyata, dia baru saja ditelpon pihak XL 2 hari yang lalu. Tanpa seleksi, tanpa ngerjain soal, hanya daftar online. He is so lucky!

After ishoma, acara selanjutnya bagi-bagi draft kontrak. Beberapa hari sebelumnya, seluruh peserta XFL sudah die-mail isi surat kontrak yang harus ditandatangi. Isinya? Seputar perjanjian apa yang harus dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan oleh kedua pihak (XL dan peserta). Hehe.. Lihat surat kontrak, ilmu Hukum Acara Perdata langsung kepake. Makasih, bu Widya!

Oh, ya, sebelum bagi draft kontrak, tiap peserta sudah dikasih peralatan perang. It’s so nice! Lihat bagi-bagi laptop kayak gini, kayak liat bagi sembako. Gampang, banget, pindah tangannya.

Next, setelah draft kontrak, ada pengarahan penggunaan ‘peralatan perang’. Jadi, alat tersebut harus dipake ngerjain tugas, ya. Pulsa yang dikasih, jangan buat online, aja. *nasehat buat diri sendiri Semuanya antusias dengerin. Kujamin, ga ada yang ngantuk!

Peralatan perang dari XL. Ada logo XL di laptopnya. *
Peralatan perang dari XL. Ada logo XL di laptopnya. 

Acara terakhir dalam ruangan, pengarahan tentang XL Future Leaders Curriculum dari Cognition, corporate yang ngurus kurikulum pendidikan XFL selama dua tahun. Di sini, aku udah ga konsen. Soalnya, entah Mr. siapa, njelasin dengan bahasa Inggris dengan logat American yang sulit banget kucerna. Peserta yang lain juga mulai ngantuk. *maklum, sudah sore.

Dan, sebagai penutup acara hari ini, seluruh peserta diajak dinner di Restoran Puri Denpasar. Yahutt! Menunya ala Bali semua. Dalam dinner ini, juga ada bagi-bagi hadiah buat peserta yang nge-tweet tentang keuntungan ikut XFL dan di-mention ke @indberprestasi. Alhamdulillah, aku termasuk 10 tuips beruntung. Padahal isi tweet-ku curhat. Haha 

Curhat mode on :D

Curhat mode on 

Oh, ya, kami juga disuruh kenalan satu-satu, lho. Herannya, pas aku kenalan, semuanya pada tepuk tangan dengar nama jurusanku. What’s wrong with Ahwal Syakhshiyyah or Islamic Family Law Department? So proud to be student there! :) Wajarlah, karena memang kebanyakan dari Teknik Informatika, atau jurusan-jurusan lain yang berbau komunikasi. Tapi, ada anak Hukum juga, lo.

Jam 10 malam, akhirnya kembali lagi ke kamar 325. Overall, hari ini sangat menyenangkan. Totally fun! Kenal dengan orang-orang baru. Dapat nasehat-nasehat bermanfaat. Dapat laptop dan hape baru. :) Dan tentu, dapat pencerahan buat lebih semangat. 

Selalu. Do the best!

Read More..

Friday, December 21, 2012

Sebuah Perjalanan: Be a Part of XL Future Leaders #1


Hai Pemimpi! Ayo Jadi Pemimpin!(sawaliinfo.com)
Hai Pemimpi! Ayo Jadi Pemimpin! / (sawaliinfo.com)

Sebenarnya tulisan ini sudah expired. Harusnya sudah kutulis dari minggu lalu. Tapi, tahulah, yang namanya mahasiswa. Dengan sifat ke-maha-annya, bisa bilang sibuk kapan saja. Banyak tugas dari dosen dibilang sibuk, lagi UAS dibilang sibuk, dan kadang, lagi main game Zuma aja, juga dibilang sibuk. *gue banget –cengengesan- 


Well, jadi sekarang aku mau cerita kalo minggu lalu aku ke Jakarta. Ada proyek, ya? Ya iyalah. *mulai berasa sok sibuk. Jadi, aku ke Jakarta, kota Metropolitan paling macet yang punya cita-cita tinggal di sana aja enggak, karena ada undangan dari XL yang menyatakan kalo aku terpilih jadi salah satu bagian XL Future Leaders *langsung sujud syukur sambil nangis terharu 

Semua berawal dari e-mail ini:

Meet n Greet XFL

Baca e-mail ini langsung speechless. Secara, aku udah mikir, yang daftar pasti bejibun kayak kereta api tut tut tut. Sekali lagi, aku menekankan, ini seperti mimpi *lebay –emang bawaan dari lahir-. Nah, beberapa hari kemudian, aku dapat e-mail lagi yang njelasin kalo acara Meet n Greet ini diundur ke tanggal 14-16 Desember.

Dan tulisan ini, sayang sekali tidak menceritakan tentang how I get this chance, tapi cerita tentang pengalamanku ke Jakarta yang sungguh cetar membahana ulala melintasi khatulistiwa . Karena ada 3 hari, jadi aku bagi dalam 3 bagian, ya. Keep reading!

Jumat, 14 Desember 2012
IMAG0038
Jadwal penerbangan 'seharusnya'
Sumpah, hari ini aku sibuk banget. Sebelumnya, dari pihak XL sudah sms beberapa hari yang lalu, kalo jadwal flight-nya 13.40 WIB dgn maskapai L*i*n Air. Dan jam 8 pagi, aku belum siap apa-apa. Secara, aku punya 3 project yang semuanya ngintilin aku ke mana-mana. Ke WC, diikutin. Mau tidur, kebawa mimpi. Yeah, begitulah bawaan orang panik.




Project pertama untung sudah selesai malam Jumatnya. Cuman nyelesain assignment dari Blended English Course for XL Future Leaders (selanjutnya kita sebut XFL). Ngerjain soal, bikin video, upload ke Youtube minta bantuan @aufarnajid, beres. Akhirnya, bisa nafas lega.

Tapi, project selanjutnya bener-bener bikin nafas ngos-ngosan. Project kedua, aku harus nggarap Karya Tulis Ilmiah buat Dies Natalisnya IAIN. Untung, aku kerja tim, sama AA dan Handika. Nah, seandainya aku nggarap tulisan yang ada hubungannya dengan NTCR (Nikah, Talak, Cerai, Rujuk), mungkin bisa lebih cepat. Tapi, ini tentang Pendidikan Karakter, cuy. Bukan gue banget. Dan inilah yang membuatku panik. Sebentar-sebentar ketik. Delete. Ketik. Delete. Dan akhirnya jam 9 pagi, kelar juga. Alhamdulillah.

Dan project terakhir, aku harus bikin slide Power Point tentang Dep. PSDM CSS MoRA untuk dipresentasikan sore nanti karena ada kunjungan dari CSS ITS, istilah mereka benchmarking. Sebenarnya tugas yang ini udah dikasih tau seminggu yang lalu, tapi, maklumlah, kemalasan mengalahkan segala-galanya. Untung, aku sudah ngasih tau si Jejen dan Faiz untuk nggantiin presentasi. Dan, finally PPT selesai jam 10 pagi. Dengan mata yang berlinangan *backsong: You Raise Me Up dari Josh Groban, dengan niat yang sekuat baja, pengen nge-save PPT yang sudah dikerjakan dengan segala daya upaya. 

Penampakannya seperti ini:
Klik No and Say Goodbye!
Klik No and Say Goodbye!

Aaaaarrrrrrgggghhhhh! Noooooooo! Dengan oon-nya, aku cuma bisa mandangin PPT yang udah hilang tanpa bekas Well, sepertinya aku mesti bilang kalo aku orangnya amat sangat panikan. Ringkasnya begini, dalam keadaan terjepit, otak kiri dan otak kanan berjalan kurang seimbang. Pernah, ketika saking paniknya karena pagi harus presentasi, sementara makalah masih 40%, malam harus ngebut. Mendekati subuh, dengan kesadaran kurang dari 50 persen, niatnya pengen nge-save, dan blasss, file-nya hilang. Dan itu tidak hanya terjadi sekali. Ya, ya, kuakui memang aku lebih ceroboh dari McCaulay Culkin di Home Alone.

Set..set..set.. Akhirnya bkin PPT ulang selesai jam 11 teng. Omaigat! Aku belum siap-siap. Langsung ambil koper. Masukkin 3 pasang baju. Ambil handphone. Telepon taksi langganan “Si Burung Biru” dan minta jemput jam 1. Selesai? Belum. Angin ribut tiba-tiba aja datang kayak Jelangkung. Wossshh! Hujan deras! Siahh.. Kamar jadi bocor. Ampun, deh! Rebes ke mana-mana. Ambil ember. Ribut sendiri. Hooaahhmm. Akhirnya, jam 12 siang baru bisa mandi. Rempong deh, cyin!


Jam 1 siang, taksi meluncur keluar dengan anggun. Diiringi gerimis, aku rasa adegan ini cocok banget ditayangkan di drama Korea *langsung berasa Song Jie Hyo :p Nyampe bandara, bayar taksi yang cuma 65 ribu, tapi si supir keren banget alasannya, “ga punya kembalian”. Jadi, total bayar taksi 70 ribu.

Jam 1 lewat 15 menit, dan ternyata calon pesawatku sudah Final Call. Aisshh! Langsung lari-lari kayak dikejar maling (?), dan ternyata setelah sampai di counter check-in, tiketku ANGUS. Dengan resmi, aku dinyatakan, ketingalan pesawat! Sumpeh! Kejam! Asem! Dasar! Kalau naik pesawat baru pertama kali, wajar bisa ketinggalan. Tapi, ini. Aku kan udah bolak balik BDJ-SBY naik pesawat! Hiksss.. Aku ga bisa terima 7 turunan!

Berdasarkan pengalamanku yang suka banget datang mepet-mepet pesawat mau terbang, waktu 25 menit itu amat sangat cukup buat kita naik pesawat. Tapi, kenapa aku bisa ketinggalan? Kenapa? *sampai sekarang, masih belum terima

Aku langsung lemes. Ga bisa panik lagi. Langsung telepon Call Center XL, dan bilang kalo aku ketinggalan pesawat. Mbak-nya kaget dan sama, aku juga kaget. Akhirnya, kesimpulannya, finally, aku beli tiket baru dari maskapai yang sama. Dan tebak, jam berapa. Jam 10 malam, sodara-sodara! Harga tiket yang lumayan menguras ATM juga bikin mau nangis. Tapi, harus semangat. Inilah awal cobaan menjadi Future Leaders sejati. *backsong: Merah Putihku dari Cokelat.

Untunglah, di ruang check-in, aku ngobrol sesama orang Banjarmasin. Lumayan, ngilangin bĂȘte. Dan sialnya, aku lupa nama mereka bertiga. *weakness: agak sulit ngingat nama orang. Di bandara, aku juga sempat foto-foto sama Gonzales, pemain kebanggaan Timnas, yang sering muncul di iklan sosis. Hehe.. Sayangnya, aku foto pake kameranya si Mbak Banjarmasin dan belum sempat minta :( Ya wes lah, belum rezeki.

Ringkasnya, selama 8 jam, aku bolak-balik 3 kali shalat fardhu di mushalla Juanda. Bolak-balik maen game ular di hape Nokia jadul. Bolak-balik nge-charge Galaxy Ace. Bolak-balik WC. Dan untunglah, AA datang sebentar jam 6 sore. Nemenin makan sama bawakan novel Bidadari-Bidadari Surga. Makasih, AA! :)

Jam 21.20. Udah duduk manis di waiting room, dan aseemm! Pesawatnya delay. Ciyus miyapah! Hari ini rasanya saklek banget. Sudah kamar kebanjiran, ketinggalan pesawat, dan tanpa rasa perike-pesawat-an, malamnya delay lagi. Jika Anda ingin melatih kesabaran, follow my way! *nasehat bijak

Habis liat ini hotel, capeknya langsung ilang :D (puri-sawo.manila.blogspot.com)
Habis liat hotel, capeknya ilang
/ puri-sawo.manila.blogspot.com
Akhirnya, jam setengah 1 baru nyampe Soekarno Hatta International Airport. Wes e wes, naik taksi, ketiduran, dan taraaa! Jam setengah 3 menjejakkan kaki juga di Pomelotel Hotel, daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Hotel yang disiapin XL untuk peserta XFL. Dan, aku ngucapin makasih banyak, untuk Mbak berdua dari XL yang mungkin jam segitu udah tidur, tapi rela tergopoh-gopoh nunjukkin kamar, dan ngasih penjelasan bla-bla-bla.





Petualangan hari ini berakhir sudah. Jam 3 pagi, saat ayam mulai berkokok, aku baru bisa merenggangkan otot di kamar 325. …Memang menjadi Future Leaders sejati, harus banyak cobaannya, ya, Kawan!
“Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali berdasarkan kemampuannya.”

(Al-Quran)



Read More..

Thursday, October 25, 2012

Andai Aku Jadi Ketua KPK

Baju Tahanan KPK
Baju tahanan KPK adalah warna orange dan kiri. Tulisan TAHANAN terlalu kecil sehingga bisa ditutup dengan kerudung. Sumber: tribunnews.com

Memang mengherankan kasus korupsi di Indonesia. Bukannya semakin berkurang, malah terus berkembang layaknya jamur di musim hujan. Melihat ini, maka dibentuklah komisi khusus yang disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang didirikan pada tahun 2003 berdasarkan UU No. 30 Tahun 2002. Dan setelah sembilan tahun bertugas, rupanya KPK masih belum ber’taring’ untuk memberantas tuntas korupsi. Turut penasaran dan ingin menyumbang saran, saya ingin menuliskan beberapa hal yang akan saya lakukan jika menjadi ketua KPK.

a)      Redesign Ulang Baju Tahanan KPK         

Baju KPK sekarang (warna orange dan putih) terlihat terlalu keren untuk seorang koruptor. Untuk memberi tekanan psikologis maksimal, lebih baik baju tahanan KPK dirancang dengan warna kontras seperti belang hitam dan orange, sehingga ada rasa malu jika memakainya. Tulisan TAHANAN juga harus dibuat lebih besar dan mencolok.

b)     Wajib Kerja Sosial untuk Tahanan KPK

Seringkali koruptor melakukan korupsi karena tidak tahu kondisi rakyat sesungguhnya. Apa jadinya jika mereka menjadi relawan untuk pengajar di daerah terpencil atau menjadi tukang sapu daerah Jakarta?

c)      Memiskinkan Koruptor

Walaupun denda sudah dijatuhkan, hal itu juga kurang membuat efek jera. Ada koruptor yang dendanya lebih ringan dari harta hasil korupsi. Pemiskinan koruptor bisa dilakukan dengan denda pajak, karena sesuai UU Perpajakan, seseorang bisa didenda 4 kali lipat jika tak membayar pajak sesuai dengan kemampuan ekonomis. Bayangkan jika kasus korupsi 2 milyar dengan pajak 600 juta. Dia harus membayar denda senilai 2,4 milyar yang artinya lebih besar dari harta korupsinya.

Semua rencana ini tak akan berjalan jika tidak ada koordinasi dari pihak-pihak terkait. Mari saling membantu demi Indonesia bebas korupsi!
Read More..